Harga minyak melonjak setelah serangan di Laut Merah
Harga minyak melonjak pada Senin setelah serangkaian serangan terhadap kapal dagang di Laut Merah, meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pada jalur pelayaran global. Serangan yang menargetkan beberapa kapal ini telah meningkatkan ketakutan akan ketidakstabilan di koridor maritim penting yang menangani sebagian besar perdagangan minyak dan barang dunia.
Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, naik lebih dari 2% menjadi lebih dari $78 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik di atas $73 per barel. Lonjakan ini mencerminkan kecemasan pasar atas potensi kemacetan pasokan, karena Laut Merah terhubung ke Terusan Suez, titik rawan vital untuk pengiriman energi dari Timur Tengah ke Eropa dan Amerika Utara.
Serangan yang terjadi selama akhir pekan itu melibatkan drone dan rudal yang ditembakkan ke kapal, menurut laporan. Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab, tetapi insiden tersebut mengikuti pola agresi maritim di kawasan yang terkait dengan ketegangan geopolitik yang lebih luas. Kapal yang terkena dampak termasuk kapal tanker minyak dan kapal kargo, meskipun tidak ada kerusakan besar atau korban jiwa yang segera dikonfirmasi.
Perkembangan ini penting karena jalur Laut Merah sangat penting bagi keamanan energi global. Gangguan yang berkepanjangan dapat menyebabkan biaya bahan bakar yang lebih tinggi bagi konsumen dan bisnis, yang berpotensi memicu inflasi. Serangan ini juga terjadi pada saat pasar minyak sudah bergejolak karena pemotongan produksi oleh eksportir utama dan ketidakpastian atas permintaan.
Awal tahun ini, insiden serupa di kawasan itu sempat mendorong harga lebih tinggi, tetapi pasar kemudian stabil. Serangan terbaru, bagaimanapun, telah memicu kembali kekhawatiran tentang keselamatan jalur pelayaran. Analis memperingatkan bahwa jika situasi meningkat, perusahaan pelayaran dapat mengalihkan kapal, menambah waktu transit dan biaya.
Ke depan, para pedagang memantau dengan cermat setiap serangan lebih lanjut atau tanggapan resmi dari angkatan laut yang berpatroli di daerah tersebut. Potensi konflik yang lebih luas yang melibatkan kekuatan regional dapat lebih mengganggu pasokan, menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek. Pemerintah dan kelompok industri kemungkinan akan meninjau langkah-langkah keamanan untuk melindungi pelayaran komersial.
Sources
- Google News GlobalSecondary
Related
Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Ford Rilis Laba Q2 di Tengah Penurunan Penjualan Dua Digit
Shein Hadapi Investigasi FTC Jelang IPO Hong Kong
Visa PHK 7% Karyawan dalam Restrukturisasi
UPS Lampaui Ekspektasi Q2, Naikkan Proyeksi Pendapatan Tahunan
Coca-Cola Naikkan Proyeksi Laba Setahun Penuh Berkat Penjualan Kuat
Unilever Peringatkan Kenaikan Harga Lebih Lanjut di Tengah Biaya yang Meningkat
Insinyur Samsung Hengkang ke SK Hynix demi Bonus Rp7,4 Miliar
Trending now
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
- 1.100 Staf AI Desak AS Perlambat Pertumbuhan Teknologi
- Peretasan ChatGPT Lumpuhkan Perusahaan Teknologi, Panggilan Darurat Digelar
Comments
No comments yet. Be the first.