Gunung Olympus Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO Setelah Penantian 12 Tahun
Setelah kampanye selama 12 tahun, Gunung Olympus, rumah legendaris para dewa Yunani kuno, telah ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO. Penetapan ini diumumkan dalam sesi ke-47 Komite Warisan Dunia UNESCO, yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, dari 10 hingga 25 September 2023. Gunung Olympus, gunung tertinggi di Yunani, kini bergabung dengan sekelompok situs global yang dipilih karena nilai universal yang luar biasa.
Keputusan ini tidak hanya berdampak pada Yunani tetapi juga komunitas internasional, karena daftar tersebut mencakup situs-situs lain yang baru ditetapkan seperti pantai pendaratan D-day di Normandia, Prancis, dan ibu kota kuno Jepang Asuka dan Fujiwara. Selain itu, lanskap Boma-Badingilo di Sudan Selatan, yang menjadi rumah bagi salah satu migrasi mamalia darat terbesar di dunia, menerima penetapan UNESCO pertamanya. Penambahan ini menyoroti keragaman warisan budaya dan alam yang diakui oleh organisasi tersebut.
Pengakuan ini penting karena status Warisan Dunia UNESCO membawa perhatian internasional, potensi pertumbuhan pariwisata, dan peningkatan perlindungan bagi situs tersebut. Bagi Yunani, Gunung Olympus adalah simbol kebanggaan nasional dan landmark budaya utama, yang berakar kuat dalam mitologi sebagai tempat tinggal Zeus dan para dewa Olympian lainnya. Penetapan ini juga menekankan signifikansi ekologis gunung tersebut, karena memiliki keanekaragaman hayati unik di dalam taman nasionalnya.
Sumber mencatat bahwa Yunani telah mengupayakan penetapan ini selama 12 tahun, mencerminkan upaya panjang untuk mendapatkan pengakuan global bagi gunung tersebut. Keberhasilan ini menambah situs UNESCO yang sudah ada di Yunani, termasuk Acropolis dan Meteora. Pencatatan ini dapat mendorong langkah-langkah konservasi lebih lanjut dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut.
Ke depannya, masuknya ke dalam Daftar Warisan Dunia diperkirakan akan meningkatkan pariwisata ke Gunung Olympus, meskipun juga membebani Yunani dengan kewajiban untuk menjaga integritas situs tersebut. UNESCO akan memantau kondisi situs, dan Yunani mungkin perlu menerapkan rencana pengelolaan untuk menyeimbangkan akses pengunjung dengan perlindungan lingkungan. Keputusan komite juga menjadi preseden bagi negara lain yang mencari pengakuan UNESCO untuk kekayaan alam dan budaya mereka.
Sources
- The Guardian WorldSecondary
Related
Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
eBay Bayar Hampir $50 Juta ke Pasangan yang Dikirimi Kecoak dan Topeng Babi Berdarah
14 Gajah Mati Misterius di Kenya, Tertinggi dalam Beberapa Dekade
Mantan Ilmuwan NASA Dipenjara karena Penipuan £1 Juta, Uang Dikembalikan
Paus beluga diselamatkan dari taman Kanada yang bangkrut, dipindahkan ke Chicago
Pria California Diselamatkan Hidup-hidup Setelah 30 Hari Terdampar di Laut
Panggilan paus pada frekuensi unik selama puluhan tahun, tidak ada respons dari yang lain
Trending now
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
- 1.100 Staf AI Desak AS Perlambat Pertumbuhan Teknologi
Comments
No comments yet. Be the first.