Google merilis teaser pertama Pixel 11 dan menampilkan Pixel Glow
Google secara resmi telah menggoda Pixel 11 Pro, menandai pertama kalinya perusahaan mengakui perangkat flagship yang akan datang. Teaser tersebut, dirilis melalui video pendek berjudul "Pixel Glow," memberikan gambaran sekilas tentang desain ponsel dan mengisyaratkan fitur baru. Ini terjadi setelah beberapa daftar Amazon tidak resmi untuk seri Pixel 11 dihapus, yang sebelumnya mengungkapkan harga dan spesifikasi AS secara lengkap. Kebocoran tersebut menunjukkan bahwa Pixel 11 Pro akan diluncurkan bulan depan, dengan video tersebut menjadi pembuka acara peluncuran resmi.
Daftar Amazon yang dihapus memberikan informasi terperinci tentang jajaran Pixel 11, termasuk harga dan spesifikasi untuk berbagai model. Menurut daftar tersebut, Pixel 11 Pro diharapkan memiliki sistem kamera baru dan perangkat keras yang ditingkatkan. Video teaser, yang dibagikan oleh Google, menunjukkan efek bercahaya di sekitar perangkat, yang mungkin menunjukkan lampu notifikasi baru atau fitur tampilan ambien. Seri Pixel 11 diperkirakan akan mencakup Pixel 11 standar, Pixel 11 Pro, dan mungkin model Pixel 11a.
Ini penting karena seri Pixel adalah lini ponsel flagship Google, yang bersaing langsung dengan iPhone Apple dan perangkat Galaxy Samsung. Pixel 11 Pro diharapkan menampilkan kemajuan terbaru Google dalam AI dan fotografi, yang merupakan pembeda utama bagi merek tersebut. Spesifikasi yang bocor menunjukkan peningkatan signifikan dalam daya pemrosesan dan kemampuan kamera, yang dapat memengaruhi pilihan konsumen di pasar ponsel premium.
Detail spesifik dari daftar Amazon yang dihapus termasuk harga mulai dari $899 untuk Pixel 11 dan $1.099 untuk Pixel 11 Pro, dengan varian penyimpanan lebih besar yang harganya lebih mahal. Daftar tersebut juga menunjukkan bahwa Pixel 11 Pro akan menampilkan layar OLED 6,7 inci, chip Tensor G5, dan pengaturan tiga kamera dengan sensor utama 50MP. Pixel 11a, menurut laporan terpisah dari The Verge, mungkin tidak menggunakan prosesor yang lebih lama, menunjukkan bahwa Google berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang konsisten di seluruh jajarannya.
Latar belakang: Google secara historis merilis ponsel Pixel pada bulan Oktober, dan peluncuran yang akan datang diperkirakan akan mengikuti pola tersebut. Seri Pixel 10, yang diluncurkan tahun lalu, menerima ulasan positif untuk kamera dan perangkat lunaknya tetapi mendapat kritik karena daya tahan baterai. Seri Pixel 11 bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan baterai yang lebih besar dan chip yang lebih efisien.
Ke depannya, Google diharapkan secara resmi meluncurkan seri Pixel 11 pada sebuah acara bulan depan. Pra-pemesanan kemungkinan akan dimulai segera setelah pengumuman, dengan pengiriman dimulai pada akhir bulan. Keberhasilan Pixel 11 Pro akan bergantung pada seberapa baik ia bersaing dengan pesaing seperti iPhone 16 dan Galaxy S25, yang juga diperkirakan akan diluncurkan pada waktu yang sama.
Sources
- Google News TechnologySecondary
- Google News GlobalSecondary
- Google News TechnologySecondary
- Google News TechnologySecondary
Related
China Mulai Produksi Alat Pembuat Chip DUV Imersi Buatan Sendiri
Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
Apple Rencanakan MacBook Neo dengan RAM Lebih Besar dan Varian Warna
Apple Rilis iOS 26.6 dan macOS 26.6 dengan Perbaikan Keamanan
Spotify Alami Gangguan Besar Lagi
Verizon mengumumkan kesepakatan serat gelap senilai $1 miliar dengan Google untuk pusat data AI
iOS 26.6 kini tersedia untuk iPhone dengan perubahan ini
Trending now
- Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Prancis
- Alat Hugging Face Digunakan untuk Menelanjangi Wanita dan Anak
- Samsung menjelaskan mengapa kacamata pintarnya akan lebih baik dari Meta
- Adaptasi Neuromancer Apple TV dapatkan tampilan pertama, tanggal rilis ditetapkan 22 Januari 2027
- CEO Hugging Face Serukan Transparansi Setelah Peretasan OpenAI yang 'Belum Pernah Terjadi Sebelumnya'
- Minyak Turun Lebih dari 5% Setelah AS Menghentikan Serangan ke Iran
- Peneliti Uni Eropa kesulitan mengakses data media sosial meskipun ada undang-undang baru
- David Jonsson Pemeran T'Challa II di Black Panther 3
Comments
No comments yet. Be the first.