Minyak Turun Lebih dari 5% Setelah AS Menghentikan Serangan ke Iran
Harga minyak anjlok lebih dari 5% pada hari Rabu setelah Amerika Serikat menghentikan serangan militernya terhadap Iran, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Penurunan ini menandai hari kedua berturut-turut harga turun karena kedua negara mundur dari konfrontasi langsung.
Penurunan ini mempengaruhi pasar energi global, dengan harga minyak acuan turun tajam. Investor yang sebelumnya memperhitungkan premi risiko akibat potensi gangguan pasokan melihat premi itu menguap saat saluran diplomatik dibuka kembali. Langkah ini juga berdampak pada futures saham, yang diperkirakan akan diperdagangkan lebih tinggi karena pembicaraan damai antara kedua negara terus berlanjut.
Signifikansi penurunan harga ini terletak pada cerminan berkurangnya risiko geopolitik. Pasar minyak telah berada dalam ketegangan sejak AS melancarkan serangan terhadap target-target Iran, meningkatkan kemungkinan konflik yang lebih luas yang dapat mengganggu pengiriman minyak dari kawasan tersebut. Penghentian pertempuran menunjukkan bahwa kedua belah pihak bersedia melakukan de-eskalasi, setidaknya untuk sementara, yang menghilangkan pendorong utama lonjakan harga baru-baru ini.
Menurut laporan, keputusan AS untuk menghentikan serangan datang setelah sinyal tidak langsung dari Iran yang menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi. Tidak ada tanggal spesifik yang diberikan untuk penghentian tersebut, tetapi digambarkan sebagai penangguhan operasi ofensif tanpa batas waktu. Harga minyak Brent turun lebih dari $3 per barel, sementara West Texas Intermediate turun dengan margin yang sama.
Perkembangan ini menyusul minggu-minggu ketegangan yang meningkat yang dimulai dengan serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk Oman dan penembakan drone AS. AS telah menyalahkan Iran atas insiden-insiden tersebut, yang menyebabkan serangkaian serangan balasan. Penghentian sekarang membuka pintu untuk potensi pembicaraan diplomatik, meskipun belum ada negosiasi formal yang diumumkan.
Ke depannya, analis memperkirakan harga minyak akan tetap volatil karena pasar mengamati tanda-tanda permusuhan baru. Jika pembicaraan damai berkembang, harga bisa turun lebih lanjut; namun, setiap keruntuhan komunikasi dapat memicu rebound cepat. Langkah selanjutnya tergantung pada apakah kedua belah pihak dapat menyetujui kerangka kerja untuk de-eskalasi, dengan AS mencari jaminan bahwa Iran akan menghentikan program nuklirnya dan berhenti mendukung pasukan proksi.
Sources
- Google News GlobalSecondary
- Google News BusinessSecondary
Related
Dow Naik 670 Poin Berkat Laba Coca-Cola dan Sherwin-Williams
Nasdaq 100 Masuk Koreksi, Saham Chip Anjlok
Saham Corning Anjlok 16% Usai Laba, Hari Terburuk dalam 24 Tahun
Apple Tembus Valuasi $5 Triliun untuk Pertama Kalinya
Nasdaq 100 mendekati koreksi, kekhawatiran AI guncang investor
Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
Penjualan Saham AI Makin Dalam, Investor Lepas Produsen Chip
Pembuat Chip Anjlok 8%, Kekhawatiran AI Guncang Investor
Trending now
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
- 1.100 Staf AI Desak AS Perlambat Pertumbuhan Teknologi
- Peretasan ChatGPT Lumpuhkan Perusahaan Teknologi, Panggilan Darurat Digelar
Comments
No comments yet. Be the first.