Pasar

Minyak Turun Lebih dari 5% Setelah AS Menghentikan Serangan ke Iran

2 min read

Minyak Turun Lebih dari 5% Setelah AS Menghentikan Serangan ke Iran
Photo: Tötös Ádám · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Harga minyak anjlok lebih dari 5% pada hari Rabu setelah Amerika Serikat menghentikan serangan militernya terhadap Iran, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Penurunan ini menandai hari kedua berturut-turut harga turun karena kedua negara mundur dari konfrontasi langsung.

Penurunan ini mempengaruhi pasar energi global, dengan harga minyak acuan turun tajam. Investor yang sebelumnya memperhitungkan premi risiko akibat potensi gangguan pasokan melihat premi itu menguap saat saluran diplomatik dibuka kembali. Langkah ini juga berdampak pada futures saham, yang diperkirakan akan diperdagangkan lebih tinggi karena pembicaraan damai antara kedua negara terus berlanjut.

Signifikansi penurunan harga ini terletak pada cerminan berkurangnya risiko geopolitik. Pasar minyak telah berada dalam ketegangan sejak AS melancarkan serangan terhadap target-target Iran, meningkatkan kemungkinan konflik yang lebih luas yang dapat mengganggu pengiriman minyak dari kawasan tersebut. Penghentian pertempuran menunjukkan bahwa kedua belah pihak bersedia melakukan de-eskalasi, setidaknya untuk sementara, yang menghilangkan pendorong utama lonjakan harga baru-baru ini.

Menurut laporan, keputusan AS untuk menghentikan serangan datang setelah sinyal tidak langsung dari Iran yang menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi. Tidak ada tanggal spesifik yang diberikan untuk penghentian tersebut, tetapi digambarkan sebagai penangguhan operasi ofensif tanpa batas waktu. Harga minyak Brent turun lebih dari $3 per barel, sementara West Texas Intermediate turun dengan margin yang sama.

Perkembangan ini menyusul minggu-minggu ketegangan yang meningkat yang dimulai dengan serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk Oman dan penembakan drone AS. AS telah menyalahkan Iran atas insiden-insiden tersebut, yang menyebabkan serangkaian serangan balasan. Penghentian sekarang membuka pintu untuk potensi pembicaraan diplomatik, meskipun belum ada negosiasi formal yang diumumkan.

Ke depannya, analis memperkirakan harga minyak akan tetap volatil karena pasar mengamati tanda-tanda permusuhan baru. Jika pembicaraan damai berkembang, harga bisa turun lebih lanjut; namun, setiap keruntuhan komunikasi dapat memicu rebound cepat. Langkah selanjutnya tergantung pada apakah kedua belah pihak dapat menyetujui kerangka kerja untuk de-eskalasi, dengan AS mencari jaminan bahwa Iran akan menghentikan program nuklirnya dan berhenti mendukung pasukan proksi.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.