Pasar

Dana milik negara China beli hampir $9 miliar saham untuk dukung pasar

1 min read

Dana milik negara China beli hampir $9 miliar saham untuk dukung pasar
Photo: Anne Nygård · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Dana yang didukung negara China telah mengucurkan jumlah rekor ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) teknologi utama sebagai bagian dari upaya intensif untuk menstabilkan pasar saham negara yang sedang merosot. Langkah ini menandai perluasan signifikan dari operasi penyelamatan pasar pemerintah, yang baru-baru ini mencakup pembelian saham dalam skala besar oleh investor yang disebut 'tim nasional'.

Aksi beli ini terutama mempengaruhi ETF CSI 500, sebuah dana yang melacak saham berkapitalisasi menengah dan berfokus pada teknologi, yang mencatat arus masuk bersih sekitar 8,9 miliar dolar AS dalam satu hari. Suntikan modal ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan investor dan menghentikan penurunan pasar yang berkepanjangan yang telah menghapus miliaran nilai dari ekuitas China.

Intervensi ini penting karena menandakan kekhawatiran Beijing yang semakin besar atas penurunan pasar saham, yang mengancam stabilitas ekonomi dan kekayaan rumah tangga. Dengan menargetkan saham teknologi, regulator juga berusaha mendukung sektor yang telah terpukul keras oleh penindakan regulasi dan pertumbuhan yang melambat.

Menurut laporan, dana milik negara membeli hampir $9 miliar saham di berbagai pasar pada hari Senin baru-baru ini, dengan ETF teknologi mencatat arus masuk harian terbesar yang pernah ada. Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) telah berjanji untuk menjaga stabilitas pasar, dengan Ketua Wu Qing berjanji 'pasar yang stabil' saat indeks acuan A-share pulih setelah pembelian terkoordinasi.

Operasi penyelamatan ini menyusul serangkaian intervensi sebelumnya, termasuk pembelian oleh entitas milik negara di bulan-bulan sebelumnya, serta langkah-langkah kebijakan untuk meningkatkan likuiditas dan membatasi penjualan pendek. Pasar telah berada di bawah tekanan karena kombinasi faktor, termasuk krisis sektor properti, permintaan konsumen yang lemah, dan ketegangan geopolitik.

Ke depan, CSRC diperkirakan akan melanjutkan langkah-langkah dukungan pasarnya, dengan analis menyarankan bahwa pembelian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mempertahankan pemulihan. Efektivitas intervensi ini akan diawasi dengan ketat, karena menguji kemampuan pemerintah untuk menstabilkan pasar tanpa menggunakan langkah-langkah yang lebih drastis.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.