Colossal Biosciences dalam pembicaraan untuk mengumpulkan modal dengan valuasi $20M–$30M
Colossal Biosciences, sebuah perusahaan bioteknologi yang fokus pada kebangkitan spesies yang punah, dilaporkan berusaha mengumpulkan modal baru dengan valuasi antara $20 miliar dan $30 miliar, menurut laporan terbaru. Perusahaan yang dikenal dengan proyek ambisiusnya untuk menghidupkan kembali mammoth berbulu dan hewan-hewan lain yang sudah lama punah ini bertujuan untuk menggandakan atau melipatgandakan valuasi sebelumnya dari putaran pendanaan terakhir.
Jika berhasil, pendanaan baru ini akan secara signifikan meningkatkan sumber daya keuangan Colossal, memungkinkannya untuk mempercepat upaya penelitian dan pengembangannya. Pekerjaan perusahaan ini telah menarik perhatian investor dan ilmuwan, karena mendorong batas-batas rekayasa genetika dan biologi konservasi. Namun, valuasi yang dilaporkan telah menimbulkan pertanyaan, mengingat Colossal belum menghasilkan hewan de-ekstingsi yang hidup.
Laporan tersebut tidak menyebutkan jumlah modal yang dicari Colossal, tetapi kisaran valuasi menunjukkan upaya penggalangan dana yang besar. Valuasi perusahaan sebelumnya sekitar $10 miliar, setelah investasi awal dari perusahaan modal ventura terkemuka dan pengusaha teknologi. Colossal telah menyatakan bahwa teknologinya juga dapat memiliki aplikasi dalam kesehatan manusia dan pertanian, yang mungkin membenarkan valuasi yang tinggi.
Upaya de-ekstingsi Colossal melibatkan pengeditan genom spesies hidup yang terkait erat untuk menciptakan kembali spesies yang punah. Misalnya, perusahaan sedang mengerjakan modifikasi sel gajah Asia untuk menghasilkan makhluk mirip mammoth berbulu. Kritikus mempertanyakan kelayakan dan implikasi etis dari proyek semacam itu, sementara pendukung melihatnya sebagai cara untuk memulihkan keanekaragaman hayati yang hilang dan memerangi perubahan iklim.
Langkah selanjutnya bagi Colossal kemungkinan akan melibatkan finalisasi persyaratan putaran investasi baru dan melanjutkan pencapaian penelitiannya. Perusahaan sebelumnya telah menetapkan target untuk menghasilkan anak mammoth berbulu pertamanya pada tahun 2028. Modal baru dapat membantu memenuhi tenggat waktu itu, meskipun tantangan teknis masih signifikan.
Sources
- TechCrunchSecondary
Related
Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Ford Rilis Laba Q2 di Tengah Penurunan Penjualan Dua Digit
Shein Hadapi Investigasi FTC Jelang IPO Hong Kong
Visa PHK 7% Karyawan dalam Restrukturisasi
UPS Lampaui Ekspektasi Q2, Naikkan Proyeksi Pendapatan Tahunan
Coca-Cola Naikkan Proyeksi Laba Setahun Penuh Berkat Penjualan Kuat
Unilever Peringatkan Kenaikan Harga Lebih Lanjut di Tengah Biaya yang Meningkat
Insinyur Samsung Hengkang ke SK Hynix demi Bonus Rp7,4 Miliar
Trending now
- Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Comments
No comments yet. Be the first.