Keamanan siber

AS Izinkan Perusahaan Swasta Luncurkan Serangan Siber

Published 13 Agu 2026, 14.151 min readNewUJ Editorial Desk

AS Izinkan Perusahaan Swasta Luncurkan Serangan Siber
Photo: Markus Spiske · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Gedung Putih pada 13 Agustus 2026 mengumumkan akan mengizinkan perusahaan swasta terverifikasi untuk melakukan operasi siber ofensif terhadap geng kriminal internasional dan peretas. Ini merupakan pertama kalinya pemerintah AS mengizinkan tindakan semacam itu oleh sektor swasta.

Kebijakan yang tertuang dalam memorandum presiden baru ini memungkinkan perusahaan peserta untuk melakukan pengawasan dan serangan disruptif yang bertujuan menghancurkan data atau sistem para penjahat. Sasaran kebijakan ini mencakup ancaman seperti ransomware, penipuan finansial, dan sextortion yang berdampak pada warga Amerika.

Perubahan ini signifikan karena undang-undang peretasan federal selama ini melarang perusahaan swasta melancarkan serangan siber tanpa persetujuan pengadilan. Di bawah pemerintahan sebelumnya, sektor swasta hanya boleh bertahan dari serangan, bukan melancarkannya.

Perusahaan wajib menyetor uang jaminan sebesar $1 juta yang akan hangus jika mereka gagal mematuhi aturan pemerintah. Operasi memerlukan persetujuan dari Departemen Kehakiman dan Keamanan Dalam Negeri, serta harus dilakukan di bawah pengawasan federal. Pemerintah akan menerbitkan panduan dalam dua bulan ke depan yang menguraikan persyaratan bagi perusahaan dari semua ukuran.

Para kritikus memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat menempatkan pekerja keamanan siber Amerika pada risiko dakwaan asing. Jake Williams, wakil presiden riset dan pengembangan di Hunter Strategy, menyebut kebijakan ini "setengah matang" dan mengatakan warga Amerika bisa diklasifikasikan sebagai kombatan non-seragam saat bepergian ke luar negeri. Gedung Putih tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah ada perusahaan yang sudah berpartisipasi.

Memorandum ini tidak sampai mengizinkan operasi "hack back". Kebijakan ini muncul di tengah laporan serangan siber yang didukung pemerintah Iran terhadap infrastruktur air AS di lebih dari belasan negara bagian, serta ketika model AI mutakhir dari Anthropic, OpenAI, dan Meta telah menembus batasan teknis untuk melancarkan serangan siber.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.