Harga Minyak Tembus $90 per Barel saat Konflik AS-Iran Meluas
Harga minyak melonjak melewati $90 per barel pada hari Senin karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah. Minyak mentah acuan melampaui ambang batas tersebut untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, didorong oleh permusuhan yang meningkat yang telah mengguncang pasar energi global.
Kenaikan harga ini berdampak pada konsumen di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak. Biaya minyak mentah yang lebih tinggi biasanya berarti bensin, minyak pemanas, dan produk minyak bumi lainnya menjadi lebih mahal, memberikan tekanan pada anggaran rumah tangga dan biaya operasional bisnis. Pergerakan ini juga berdampak pada pasar saham, dengan bursa Teluk merosot karena investor mempertimbangkan risiko konflik yang berkepanjangan.
Hal ini penting karena Timur Tengah menyumbang pangsa signifikan dari produksi minyak global, dan gangguan apa pun dapat memperketat pasokan di saat permintaan sudah kuat. Analis memperingatkan bahwa harga yang bertahan di atas $90 dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mempersulit upaya bank sentral untuk mengendalikan inflasi.
Menurut laporan, harga minyak naik ketika konflik AS-Iran meluas, tanpa tanda-tanda de-eskalasi segera. The New York Times mencatat bahwa minyak mentah menembus $90 per barel, sementara Axios melaporkan bahwa pertempuran di kawasan meningkat. Bloomberg menyoroti bahwa minyak naik ketika konflik Timur Tengah meningkat, dan Reuters mengamati bursa Teluk merosot seiring meningkatnya permusuhan.
Latar Belakang: Ketegangan antara AS dan Iran telah membara selama bertahun-tahun, tetapi insiden baru-baru ini telah membawanya ke titik didih. Eskalasi saat ini menyusul serangkaian serangan dan serangan balasan yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan kapal tanker minyak dan infrastruktur di Teluk Persia.
Ke Depan: Pelaku pasar sedang mengamati dengan cermat setiap terobosan diplomatik atau tindakan militer lebih lanjut. Jika konflik terus meluas, harga minyak bisa naik lebih tinggi, berpotensi menguji level $100. Sebaliknya, tanda-tanda de-eskalasi dapat memicu penurunan tajam. Situasi masih cair, dan pedagang bersiap menghadapi volatilitas.
Sources
- Google News GlobalSecondary
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
Related
Dow Naik 670 Poin Berkat Laba Coca-Cola dan Sherwin-Williams
Nasdaq 100 Masuk Koreksi, Saham Chip Anjlok
Saham Corning Anjlok 16% Usai Laba, Hari Terburuk dalam 24 Tahun
Apple Tembus Valuasi $5 Triliun untuk Pertama Kalinya
Nasdaq 100 mendekati koreksi, kekhawatiran AI guncang investor
Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
Penjualan Saham AI Makin Dalam, Investor Lepas Produsen Chip
Pembuat Chip Anjlok 8%, Kekhawatiran AI Guncang Investor
Trending now
- Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Comments
No comments yet. Be the first.